Pembimbingan dan Penyelenggaraan Akademik

Dosen Pembimbing Akademik

Dosen Pembimbing Akademik adalah tenaga pengajar Program Doktor PPs UPR yang ditetapkan oleh Direktur PPs UPR pada semester satu sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang diusulkan oleh Ketua Program Studi Doktor.

Dosen Pembimbing Akademik dapat menjadi pembimbing sesuai dengan kompetensi keilmuan (menjadi tim pembimbing 1 ataupun pembimbing 2) atau pembahas/penguji disertasi mahasiswa.

Pembimbing Akademik bertugas dan bertanggung jawab dalam hal:
a) Memberikan arahan penyusunan rencana studi setiap semesternya;
b) Memberikan penjelasan dan bimbingan tentang strategi studi yang efektif, efisien, dan tepat waktu;
c) Memberikan nasihat kepada mahasiswa bimbingan yang prestasinya menurun, mencari sebab dan jalan keluar agar prestasi mahasiswa tersebut dapat meningkat pada semester berikutnya.

Hak Mahasiswa

Setiap mahasiswa berhak memperoleh penjelasan dan nasihat dari dosen Pembimbing Akademik dalam mengisi KRS, serta mengatasi berbagai kesulitan yang berhubungan dengan studinya.

Tata tertib Mahasiswa

Tata tertib kegiatan akademik mahasiswa adalah sebagai berikut:
1) Harus memakai pakaian sopan dan rapi;
2) Tidak boleh memakai kaos oblong (harus berkerah);
3) Tidak diperbolehkan memakai sandal, sepatu sandal, atau sepatu gunung untuk segala kegiatan akademik;
4) Pada saat pembelajaran tidak diperkenankan menggunakan HP (harus disilent);
5) Ketidakhadiran mengikuti ujian akibat kesalahan dalam melihat jadwal maka tidak diperkenankan mengikuti ujian;
6) Mahasiswa harus selalu membawa KTM (kartu tanda mahasiswa);
7) Mahasiswa yang terlambat 15’ saat berlangsungnya ujian dengan alasan apapun tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Kode Etik Kegiatan Akademik

Kegiatan yang termasuk kategori tindakan tidak etis dan atau pelanggaran akademik merupakan perbuatan terlarang yang dapat diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindakan tidak etis dan pelanggaran akademik dimaksud dapat berupa: 1) pencontekan; 2) plagiat; 3) perjokian; 4) pemalsuan; 5) penyuapan; 6) tindakan diskriminatif dan lainnya.

Pencontekan/kecurangan dalam ujian (cheating), yaitu: suatu kegiatan yang dilakukan peserta ujian berupa mencontoh hasil kerja milik peserta ujian lain atau menggunakan dan mencoba bahan-bahan informasi atau alat bantu studi lainnya yang tidak diijinkan dalam ujian.

Plagiat, yaitu kegiatan mengambil gagasan/pendapat/hasil temuan orang lain baik sebagian atau secara kesluruhan tanpa seiijin/tanpa menyebut sumber acuan yang digunakan secara jujur.

Perjokian, yaitu tindakan yang dilakukan atau tidak, mengganti kedudukan/tugas untuk kepentingan orang lain atas permintaan/kehendak orang lain dalam kegiatan akademik.

Pemalsuan, yaitu berupa kegiatan dengan sengaja dan tanpa ijin yang berwenang dengan mengganti, meniru/mengubah dan memalsukan sesuatu.

Sanksi Akademik

Sanksi akademik dikenakan kepada mahasiswa yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam proses belajar mengajar baik akademik maupun non akademik.

Berat ringannya sanksi ditetapkan (berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku) oleh dewan pertimbangan mahasiswa yang terdiri atas Dosen Pembimbing Akademik, Ketua Program Studi dan Direktur PPs UPR untuk diteruskan ke Rektor UPR.

Kecurangan atau tindakan pelanggaran lain dalam pelaksanaan ujian dapat diberikan sanksi pembatalan semua mata kuliah dalam semester berjalan. Apabila mengerjakan ujian untuk mahasiswa lain dapat diberikan sanksi berupa pembatalan ujian dan nilai semua mata kuliah dalam semester berjalan. Sedangkan apabila melakukan perubahan nilai secara tidak sah dapat diberikan sanksi pembatalan semua mata kuliah dan skorsing paling lama selama 2 (dua) semester (tidak diperhitungkan sebagai cuti akademik).

Perbuatan berupa ancaman/tindakan kekerasan atau pemberian sesuatu dapat diberikan sanksi berupa skorsing atau pemecatan dari PPs UPR atas persetujuan Rektor UPR. Apabila memalsukan tandatangan dalam pengesahan KRS, KPRS, atau dokumen lainnya terkait kegiatan akademik di PPs UPR diberikan sanksi berupa pembatalan kegiatan akademik bersangkutan disertai skorsing paling lama selama 2 (dua) semester (tidak diperhitungkan sebagai cuti akademik). Sedangkan apabila melakukan kegiatan plagiat dan kecurangan lain dalam penyusunan tesis (disertasi) diberikan berupa sanksi pembatalan rencana studi semester berjalan.

Mahasiswa yang melakukan pelanggaran hukum baik di wilayah kampus maupun luar kampus dan sudah mendapat keputusan vonis hukum tetap dari pengadilan dapat dikeluarkan dari PPs UPR.